Aula pernikahan di WHG sudah di dekorasi dengan didominasi warna merah muda dan warna-warni dari rangkaian bunga segar di setiap sudutnya. Pahatan es batu diberi lampu sedemikan rupa sehingga semakin memberi kesan romantis. Maghia melihat semuanya dengan mata berbinar. Jangan dikira ini hari pernikahannya, ya. Bukan, Maghia cuma mengawasi pekerjaan timnya. Tim yang khusus menangani dekorasi di hotel tiap kali ada acara. Sebenarnya Barry nggak mengijinkan Maghia bekerja lagi. Buat apa? Toh uangnya nggak bakal habis kalau cuma dipakai buat belanja sama Maghia. Maghia nya saja yang ngotot, dia malah mengingatkan Barry tentang syarat yang pernah dia ajukan waktu pria itu melamarnya. Terpaksa Barry mengiyakan. Takut dapat balasan karena dulu pernah hampir merebut Caca yang notabene istrinya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


