Bagian tujuh belas

1722 Kata

Jangan Lupa Vote dulu sebelum baca yes? Happy Reading ***** Maghia meletakkan satu botol cold brew coffee di depan Barry yang terlihat serius dengan pekerjaannya. Barry baru saja ingin berkata 'apa ini, enggak butuh!'. Namun, Maghia langsung menjauh, daripada melihat wajah Barry yang sekarang ini lebih menyeramkan dari hantu hepibesdey. Dengan handsfree yang menyumpal telinganya, perempuan itu duduk meringkuk di kursi halaman rumah atap, sambil melirik ke kaki Barry yang duduk bersila dengan laptop di pangkuannya. Entah kenapa, melihat jempol kaki pria itu bergerak-gerak membuat wajahnya memerah. Ternyata mitos laki-laki yang jempolnya besar pasti 'anunya' juga besar enggak selalu benar. Buktinya Barry. Ya Tuhan! Inget lagi 'kan jadinya. Maghia menutup wajah dengan kedua tangannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN