Bab 44. Keputusan

1009 Kata

“Maura! Darimana saja kamu?” tanya Damar sesaat setelah Maura dan Marko masuk ke dalam rumah. Maura tahu hal ini pasti akan terjadi. Damar pasti akan marah besar atas apa yang sudah ia lakukan hari ini. Pergi bersama Marko saja sudah membuat Damar marah, apalagi sekarang Maura pergi dengan waktu yang cukup lama. “Maaf, Om. Ini semua ….” “Aku nggak bicara denganmu, lebih baik cepat tinggalkan rumah ini. Sebelum aku bertindak lebih kasar dari kemarin.” Damar menatap Marko dengan penuh kebencian. Bagi Damar, Marko hanyalah seorang pria pengecut yang tidak pantas untuk dicintai. “Baik,” jawab Marko singkat. “Maura aku pamit dulu, besok pagi aku akan menjemputmu.” Marko menoleh ke arah Maura. “Iya, aku besok aku tunggu kamu di sini.” Maura langsung memegang tangan Marko dengan mesra.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN