Bola mata Zavier dan Flora sudah berkabut. Deru nafas keduanya, kini sudah saling beradu. Tanpa melepas pagutannya, Zavier melepas kancing baju Flora satu per satu. Sampai di kancing baju terakhir, Zavier membantu Flora melepasnya. Setelah tidak tersisa sehelai benang pun. Kini, giliran Zavier yang melepas pakaiannya sendiri. Terlihat, beberapa roti sobek yang terpampang menggoda di hadapan Flora. d**a bidang yang dulu sempat menjadi bagian favoritnya. Setelah sekian lama, akhirnya ia bisa menatap bahkan menyentuhnya lagi. Tangannya terulur, jari telunjuknya bergerak membentuk sebuah tulisan. Entah apa yang Flora tulis di sana. Namun, gerakan kecil itu mampu membuat Zavier semakin menggila. Tangannya bergerak menghentikan aktivitas Flora. Mengunci tangan Flora dan mulai melanjutkan apa y

