"Sakit, Ma. Perut Rose sakit sekali. Rose ... Rose sudah tidak kuat lagi," rintih Rose mengerang kesakitan. Ia meremas lengan ibunya kuat-kuat karena tidak bisa menahan rasa sakit yang teramat. Tiba-tiba, muncul keringat sebiji jagung di dahinya. Terlebih keringat dingin yang mulai membasahi tubuhnya. Wajah Rose pucat pasi dengan gumaman dan erangan rasa sakit. "Aduh, Pa. Lakukan sesuatu dong, jangan diam saja seperti ini," keluh Diana. Ia benar-benar kesal melihat suaminya yang hanya diam. Padahal kondisi putrinya saat ini benar-benar darurat. "Papa tidak tahu harus berbuat apa, Ma," balas Baskoro linglung. Pria setengah baya itu memang terkesan sangat cuek. Namun, sebenarnya sangat perhatian dan kekhawatirannya hanya tidak ditunjukkan. Tangannya yang mulai keriput pun terlihat berg

