Zavier membentak dokter yang hendak melakukan tugasnya. "Tentu saja untuk melakukan tes ultrasonografi. Jika tidak, maka Anda tidak akan bisa melihat calon anak Anda," balas dokter itu malas dengan sedikit mengancam. Ia tidak bisa membiarkan Zavier terus berbuat ulah lagi. Karena di luar, masih banyak sekali pasien yang harus menunggu giliran untuk ia periksa. Jadi, ia memberanikan diri untuk menekan Zavier meskipun tidak secara langsung. "Tidak bisakah Suster saja yang melakukannya?" pinta Zavier memelas. Ia ingin sekali melihat calon anaknya, tapi tidak ingin dokter itu yang melakukannya. "Tidak bisa. Sekarang Anda putuskan, mau melihat calon anak Anda dengan saya yang memeriksanya atau-- " Dokter itu tidak bermaksud untuk mengancam. Hanya saja, sikap Zavier hanya membuang-buang w

