Aku duduk, diikuti saudaraku yang lain. "Semalam kamu tidur di mana?" Ibu membuka pertanyaan. "Rumah Bima, temanku." "Apa yang kamu lakukan di sana?" Ayah kali ini. "Bertanya tentang segala sesuatu yang kalian sembunyikan." Aku menjawab, dengan tegas. Aku lihat wajah kaget Ayah mendengar kata – kataku. "Dia punya jawabannya?" Ibu masih dengan tenang, bertanya kembali padaku. "Coba tebak. Dia bahkan tahu hal – hal yang tak terduga tentang aku." Aku menghela napas. "Dia bahkan bisa menceritakan detail setiap peristiwa sialan itu tanpa membuatku menjerit." Ayah menegakkan tubuhnya, tidak menyangka aku akan menggunakan kata 'sialan' di hadapan mereka. "Allea--" Belum selesai Ibu bicara, aku memotongnya dengan kasar. "Kenapa? Kenapa Ibu sembunyikan semuanya?" Aku mulai terisak, "aku se

