“Setelah itu saya juga ingin melaporkan bahwa devisi pemasaran kembali mencentak rekor penjualan sebesar... eum.. sebesar...” Zakiya berdecak ketika perkataannya tersedat, di tatapnya para manager divisi lain yang menatapnya sambil berbisi di ruang rapat ini. “Mbak, itu grafiknya,” kata Lala sambil menujuk slide yang berada dibelakang Zakiya. Gadis itu memang selalu ikut menemani bosnya ketika sedang ada rapat. “Maaf, saya lanjutkan kembali.” Zakiya menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya. Ia harus fokus, untuk kali ini saja biarkan semua pemikiran itu hilang dari kepalanya. Beberapa jam kemudian, rapat antar devisi yang dihadiri pemilik perusahaan telah selesai. Seperti biasa, Zakiya kembali mendapat pujian dari Raka Arfhadia tentang kinerjanya sebagai pemimpin devisi dan pegawainy

