“Itu Mbak Zakiya kan?” Zhafif mengangguk, lelaki itu dengan cepat merubah wajahnya kembali baik-baik saja. Walau sebenarnya ada yang sedikit menganggu di hatinya, namun lelaki itu berusaha untuk tidak menampakan kecemburuannya. “Hemmm... bau tikung, nih,” ujar Petra pura-pura sedang menghirup aroma. “Gue pulang dulu, udah malam, kasian Zac di rumah Attar,” pamit Zhafif pada teman-temannya, lelaki itu bangkit dari bangkunya, ia kira Zakiya dan Bara sudah duduk di bangkunya. Namun, ternyata mereka berdua masih berdiri di dekat pintu dan sedang berbicara dengan pelayan. Ckkk, ganggu jalan saja, batin Zhafif mendengus. Saat melewati keduanya, pandangan Zhafif sempat bertemu dengan pandangan Zakiya namun lelaki itu segera memutuskan pandangannya dan berlalu keluar restoran. Ketika berada

