“Aaa...” “Aaaa...” Zakiya mendengus, tapi tangannya tetap begerak menyuapkan macaroni goreng ke mulut Zhafif dan Zac bergantian. Wanita itu juga harus sabar saat tubuhnya menjadi bantal dadakakan untuk kedua lelaki itu. Zac yang berada di pahanya dan Zhafif yang menyadar di bahunya. Ck, benar-benar. “Aaa lagi Bunda...” kata Zac dengan mata yang masih fokus menatap televisi yang yang menayangkan kartun anak-anak. “Mau lagi Mbak,” bisik Zhafif sambil meniup telinga Zakiya. “Ini,” ujar Zakiya sedikit geli, ia menolehkan pandangannya menatap lelaki yang saat ini sedang tersenyum lebar ke arahnya. Tangannya bergerak menyuapkan macaroni goreng namun lelaki itu malah menggeleng. “Mau lagi yang malam tadi.” Zhafif mengedipkan sebelah matanya, Zakiya yang melihatnya sontak mendengus. “Mau ka

