"Kau sudah mau pergi?" tanya Fin kepada Laura yang kini mematut diri di depan cermin. Pria muda nan tampan itu masih belum sepenuhnya mengenakan baju karena keduanya baru saja melakukan kegiatan olahraga panas di sebuah kamar hotel. "Uhm, ya. Ada hal yang harus kukerjakan," jawab Laura tanpa melihat lawan bicara. "Oh, iya. Aku sudah mentransfer uangmu, kau tidak—" Ucapan Laura seketika terjeda disertai mata yang berhentin mengerjap. Fin nyatanya menyerang area leher Laura seacra tak terduga, memeberikan sensasi gai*ah sensual yang kebali datang. "Fi-Fin .... Ahh! " Aksi Fin selanjutnya tak kalah mengejutkan. Pria itu tiba-tiba berlutut di hadapan Laura. "Aku memang butuh uang dan kau tahu itu untuk apa. Tapi, yang ingin kukatakan adalah hatiku sudah jatuh padamu, Lau. Tetaplah be

