Tok tok tok
"Assalamu'alaikum man" , ucap Ellen yang berdiri di depan kamar nya Aiman.
"Waalaikumsalam bund", Aiman langsung membukakan pintu untuk bundanya.
"Ayah sudah di bawah nah, ayok sekarang Aiman kebawah dulu, ayah mau bicara sekarang"
"Iya bund, bunda duluan aja ya bund, bentar lagi Aiman kebawah, Aiman mau rapihin buku yang baru Aiman baca tadi bund"
"Iya nak, yaudah bunda ke bawah dulu ya, assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam bunda", ucap Aiman lalu kembali ke dalam kamarnya untuk merapikan buku yang barusan di baca. Aiman sangat suka membaca buku apalagi novel,berbanding terbalik dengan bunda yang selalu menolak apabila di kasih sebuah novel karena bagi bunda novel hanyalah sebuah cerita fiksi yang gak bakalan ditemui di dunia nyata ini.
Setelah merapikan bukunya, Aiman langsung turun ke bawah untuk menemui ayahnya. Ayah yang melihat Aiman langsung memanggilnya .
"Aiman... sini nak, kamu duduk dulu di samping ayah ", perintah Rehan pada Aiman.
" Iya yah", lalu Aiman bergegas duduk di samping ayahnya.
"Ayah mau ngomong serius sama kamu, ayah harap kamu mau nurutin permintaan ayah dan bunda yang satu ini", ucap Rehan dengan sangat hati- hati.
" Permintaan apa yah?", tanya Aiman penasaran.
"Ayah mau kamu nikah sama anak temannya ayah man"
"Kenapa yah??,kenapa pakai acara nikah- nikah gini yah? ayah gak punya hutang kan sama teman ayah itu?
" Gak nak, bukan begitu -"
"Aku gak mau yah, aku masih sekolah dan aku juga mau lanjut kuliah nantinya yah"
"Maaf man, tapi bunda hanya menjalankan amanat dari seseorang man, seseorang itu adalah segala- galanya bagi bunda, bunda mohon kamu mau ya man"
"Tapi bund-
" Kamu kenalan dulu sama dia man, kalau kamu gak suka kamu bilang aja sama bunda nanti bunda dan ayah akan pikirkan lagi"
"Iya bund,"-Aiman selalu nurut dengan semua perkataan orang tuanya, apalagi bunda. Walaupun Aiman tidak menyukai gadis itu nantinya, tapi kalau sudah bunda yang meminta Aiman gak bakalan nolak, karena pilihan bunda pastinya adalah yang terbaik buat Aiman.
"Yaudah nanti malam kita kerumah dia man, kamu pakai baju yang udah bunda siapin di lemari ya nak"
"Kenapa secepat ini bund? "
"Lebih cepat lebih baik nak", bunda lalu tersenyum pada Aiman. " Yaudah Aiman boleh kekamar lagi, nanti jam 7 malam kita berangkat nya ya nak"
"Iya bund, Aiman ke atas lagi ya yah, bund"
"Iya nak", jawab ayah dan bunda serentak.
°°°°°
Sementara di lain tempat yaitu di rumahnya Lana, Lana sedang di make up oleh kak Dwi. Kak Dwi sengaja memulai nya lebih awal agar make up nya tidak terburu- buru dan hasilnya jadi lebih bagus.
" Kak aku juga mau di make up sama kakak, make up aku dulu ya kak", ucap seseorang yaitu Almira. Almira dengan sengaja nemasuki kamarnya Lana untuk menemui kak Dwi dan meminta di make up juga.
"Iya Almira tapi kakak sudahin make up nya Lana dulu ya, nanti habis Lana baru kakak make up kamu"
"Almira mau nya sekarang kak", desak Almira pada kak Dwi.
"Eh Mira, ini yang mau kedatangan calon lakinya gua apa lo si?ribet amat lo gua liat dari tadi", ucap Lana tanpa memandang ke arah Almira, karena sedari tadi di make up Lana hanya memejamkan matanya.
"Yaelah, tunangan sama om- om tua aja belagu gaya lo"ucap Almira ,lalu Almira mendekati meja belajar nya Lana karena melihat ada sebuah box yang sangat menarik perhatiannya disana."eh ini apa kak? ", tanya Almira pada kak Dwi.
"Itu punyanya Lana yang di kasih langsung dari keluarga pihak laki- lakinya Al", ucap kak Dwi tanpa menoleh pada Almira karena tengah sibuk mendandani Lana.
"Wah bangus banget, aku suka kak-", ucap Almira tetapi langsung di potong oleh perkataan dari Lana.
" Trus kalau lo suka kenapa? Lo mau pake? , tanya Lana.
"Gua yang pake ya ,lo pake baju yang udah di siapain papa buat gua aja, kalau gua pake ini pasti gua bakalan cantik banget" , ucap Almira sangat antusias.
"Terserah kalau lo mau pake,tapi jangan salahin gua kalau tangan lo gua pelintir lagi ya Mira", ancam Lana pada Almira.
" Baru punya barang mahal langsung songong ya gaya lo, gua juga punya kali bahkan lebih mahal dari yang lo punya ini", ucap Almira. Almira menginginkan baju itu karena itu adalah baju limited edition yang sudah lama si inginkan oleh Almira tapi belom kesampaian karena harganya yang sangat mahal, Almira belom pernah memiliki barang yang sebanding dengan harga baju itu.
"Kalau lo punya ya pake lah kenapa lo ngotot banget mau pake punya gua, begaya itu pake barang sendiri ya Mira jangan pinjam barang orang", ucap Lana dan langsung tertawa, sedangkan kak Dwi tersenyum tipis .
" Gua aduin lo sama papa, awas ya lo", ucap Almira lalu meninggalkan kamar Lana tersebut.
"Dia fikir Lana gak tau brand kali ya kak? "
"Heheh gak tau juga Lana, tapi kakak salut sama kamu Lana, kamu berani banget"
"Harus berani lah kak biar orang- orang gak seenaknya sama kita. Hidup itu jangan sampai seenaknya orang kak ,kalau seenaknya orang ngapain kita hidup, hahahh... " Tawa Lana dan juga di ikuti oleh tawa dari kak Dwi.
Kak Dwi yang mendengar perkataan Lana juga ikut tertawa, "kamu sama persis seperti dia Lana, bahkan setiap kata yang keluar dari mulut kamu sama dengan yang pernah dia katakan sebelumnya", ucap kak Dwi di dalam hatinya.
Beberapa menit setelah itu, Lana sudah selesai dengan make up nya. Kak Dwi langsung meninggalkan Lana dan menuju ke kamarnya Almira untuk mendandani Almira juga.
Lana lalu berjalan ke dekat meja belajar nya untuk melihat baju yang sudah di kirimkan oleh pak Rehan. Lana memastikan baju tersebut tidak dibawa oleh Almira, untungnya Almira tidak berani membawa baju tersebut tetapi baju tersebut di tinggalkan oleh Almira dalam keadaan yang berantakan.
"Hmmm bagus juga baju nya, gua suka ni simpel dan gak terlalu terbuka", Lana lalu bergegas memakai baju tersebut lalu melihat ke cermin.
" Cantik banget gua hari ini, beruntung banget ya tu om dapetin gadis cantik seperti gua, hahahah", ucap Lana memuji dirinya sendiri.
Lana yang sedang bercermin langsung mengalihkan pandangannya ke jendela karena mendengar ada mobil yang datang. Lana mengintip dari balik tirai jendelanya.
"Boleh juga tu om, gak terlalu tua dan gak jelek- jelek amat bahkan bisa di katakan lumayan ganteng sih di usia nya yang sudah segitu"
Singkat cerita Lana pun keluar dari kamarnya untuk bertemu dengan calon suami nya itu, dari kejauhan Lana memandang semua yang ada di ruang tamu secara bergantian, tetapi matanya langsung tertuju pada seorang perempuan paruh baya.
"Mommy... " Teriak Lana pada perempuan tersebut.