Bab 14

1063 Kata
Kenapa sayang? ,Lana pasti kangen banget sama mommy ya?", tanya Ellen pada Lana yang terus memandang ke arahnya. Lana tidak membalas perkataan dari Ellen, Lana langsung memeluk Ellen untuk kedua kalinya dengan sangat erat. " Lana do'ain mommy terus ya sayang, walaupun Lana gak bisa liat mommy lagi tapi yakinlah kalau mommy selalu melihat Lana dan mengawasi Lana dari sana",ucap Ellen sambil mengusap kepalanya Lana. "Assalamu'alaikum" "Waalaikumsalam", ucap semua orang yang berada di ruangan tersebut. Aiman baru datang tepat pada pukul 7 malam. " Udah ya Lana, jangan nangis lagi, malu tuh di liatin sama calon suami kamu", ucap Ellen sambil tersenyum. "Silahkan duduk nak Aiman", Zehan mempersilahkan Aiman untuk duduk di samping ayahnya sendiri yaitu di samping pak Rehan. Aiman yang mendengarkan perkataan Zehan langsung duduk di samping ayahnya. " Hah.. Calon suami, bukannya Lana mau di jodohin sama temannya papa ini? ", ucap Lana dan memandang ke arah Rehan. " Gak lah nak, kamu ini mau ayah jodohkan sama anaknya ayah yaitu Aiman", jelas dari Rehan. Lana hanya terdiam,"gua mau di jodohin sama laki- laki mata jelalatan gini?, baru pertama ketemu dia aja gua udah merasa risih gegara tatapannya", ucap Lana didalam hatinya. "Loh kok jadi diam begini? , emangnya Lana gak mau nikah sama anaknya bunda ini,namanya Aiman nak"Ellen yang melihat semuanya diam langsung menanyakan pada Lana. " Lana bingung bund" "Maksud kamu apa Lana? Jangan bikin papa malu, kemaren kamu nerima perjodohan ini tetapi kenapa sekarang kamu seolah- olah merasa bingung? ", ucap Zehan yang marah pada Lana. Sedangkan Rehan dan Ellen yang melihat amarah dari Zehan langsung saling pandang dan mengangguk paham. " Papa jangan marahin Lana ya pa, Almira gak mau liat Lana sedih di marahin sama papa, kalau Lana gak mau menerima perjodohan ini biar Almira yang gantiin Lana ya pa, Almira gapapa kok berkorban kali ini untuk Lana", Almira mengatakan nya dengan raut wajah yang dibuat seakan- akan khawatir. " Iya pa, lagian Lana juga masih kecil pa dan baru kelas 2 SMA, kalau sama Almira kan Aiman seumuran pa, jadi beberapa bulan lagi mereka tamat sekolah dan bisa langsung melaksanakan pernikahannya pa", tambahan dari Bella. "Gak bisa dong pak , kan awalnya yang mau di jodohin sama anak saya itu Lana pak bukannya Almira kalau Lana gak mau juga gapapa pak biar perjodohan ini kita batalkan saja pak", ucap Ellen menengahi nya. Lana yang berada di sana hanya kebingungan, lalu Lana memandang ke arah Almira"Kayaknya si Mira demen ni sama tu bocah, gua bikin Almira panas ah" "Hmmm Lana mau kok bund, Lana mau menikah dengan Aiman kalau perlu pernikahannya laksanakan secepatnya saja bund takutnya nanti ada yang iri dan ingin merusak semuanya bund", ucap Lana lalu terakhir memandang ke arah Almira dan tersenyum. Ellen dan Rehan tersenyum mendengarkan perkataan dari Lana, dan Lana juga membalasnya dengan tersenyum. " Tapi tanya Aiman nya aja bunda, Aiman nya mau nikah sama siapa biar Aiman juga gak keberatan bund", Almira kembali berbicara. "Iya Pak Rehan dan bu Ellen, coba tanyakan dulu sama Aiman, soalnya dari tadi nak Aiman hanya diam mendengarkan kita tanpa merespon nya pak dan ibuk", ucap Bella dan di angguki oleh Almira dan Zehan saja. " Gimana Aiman, kamu mau nikahnya sama Lana apa Almira? ", tanya Zehan pada Aiman. " Aiman kesini untuk melakukan pertunangan dengan tujuan menikah dengan Lana pak bukan dengan Almira ",semua yang mendengar perkataan Aiman langsung terdiam, tidak ada yang berani membuka suara setelah itu. Lana yang mendengar perkataan dari Aiman senang dan sekaligus takut juga. Lana senang karena bisa membuat Almira iri padanya sekaligus takut karena Aiman adalah laki -laki dengan mata jelalatan, yang menurut Lana adalah laki- laki yang haus akan perempuan. "Hmm tu bocah kayaknya emang demen sama gua, dia pasti sengaja mau nikah sama gua karena body gua cukup bagus lah dari si Mira tapi tidak semudah itu, gua gak bakalan biarin dia menyentuh gua sedikit pun" °°°°° Singkat cerita acara pertunangan itu pun sudah berakhir, Rehan dan keluarganya sudah kembali berada di rumah. "Maa... Almira gak mau sampai Aiman dan Lana menikah ma, kalau Almira gak bisa sama Aiman, Lana juga gak boleh nikah sama Aiman"rengek Almira pada Bella dan langsung memasuki kamar nya dan mengunci dari dalam. " Ayangg.... Kamu tau gak, masa si Aiman mau nikah sama Lana ", Almira menelfon Dayyan untuk menceritakan semua yang terjadi hari ini. Almira dan Dayyan memang berbaikan tapi keduanya tidak terlalu intim seperti dulu lagi. " Hah.. Maksudnya?, Lana saudara kamu mau nikah? " "Iya loh, aku gak suka liat dia bahagia, dia harus menderita seperti dulu lagi kalau dia nikah otomatis dia keluar dari rumah, aku jadi gak bisa kontrol dia lagi" "Kapan mereka akan menikah? ",tanya Dayyan penasaran. "Tepat tanggal berapanya belom pasti yang, tapi secepatnya mereka akan melakukan pernikahan" "Yaudah kalau gitu aku tutup dulu telfonnya" "Sayang aku belom selesai cerita, kamu gak kangen apa sa-" Tut tut tut "Yah di matiin, kayaknya Dayyan lagi sibuk,dari pada pusing mendingan gua main keluar ketemu sama ATM berjalan nya gua", Almira lalu menggantikan pakaiannya dengan crop top dan juga rok mini. Almira pergi tanpa izin pada papa dan mamanya, bahkan kedua orang tuanya tidak pernah tau kalau Almira sering keluar malam. Almira berhasil keluar tanpa diketahui oleh siapapun, lalu tak lama setelah itu Almira di jemput oleh taksi yang sudah di pesan sebelumnya. Zehan dan Bella saat itu sedang berada di ruangan kerjanya Zehan. "Pa, papa minta sama pak Rehan kalau Almira yang gantiin Lana ya pa,kalau kita ngomong sama bu Ellen sepertinya gak mungkin pa karena mama liat bu Ellen sangat berharap kalau Lana dan anaknya yang menikah", bujuk Bella pada Zehan. " Tapi papa gak bisa janji ma, karena pak Rehan itu orangnya tegas banget ma, susah buat papa ngubah semuanyaa " "Papa gak mau liat Almira sedih kan pa, Almira itu sudah lama naksir sama Aiman pa, emangnya papa gak mau bahagiain Almira? ", ucap Bella sambil berjalanan dan duduk di pahanya Zehan dan memeluknya manja . " Iya ma, papa bakalan usahain apapun buat Almira, mama jangan khawatir ya" "Iya pa, kalau gitu mama ke kamar dulu ya pak, semangat kerjanya sayang", Bella lalu mencium Zehan dan lalu menuju ke kamarnya. Zehan hanya tersenyum di perlakuan demikian. Sesampainya di kamar Bella lalu menuju ke toilet dan mencuci wajahnya. " Kalau bukan karena harta nya saya gak bakalan mau berbuat nekat dan nikah sama pria itu"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN