2. Bukan milikku lagi

1424 Kata
1 Tahun telah berlalu Di Kota A Hari ini gerimis lagi, Ruby tidak banyak beraktifitas di hari minggu. Seperti hari minggu sebelumnya dia hanya duduk dijendela kamar menikmati libur kerja sambil menyedu teh hangatnya. Dulu dia sangat suka dengan gerimis, Karena saat gerimis dia selalu menggadeng Reyhan, ya hanya Reyhan. Tiba-tiba hatinya pahit dan entah mengapa dia akhirnya benci hari mendung dan gerimis. Menutup tirai dan pergi tidur. Hari mulai sore handphone Ruby berdering, setiap dering telfon selalu membuat Ruby berharap dan terus berharap namun ketika hal itu muncul dipikirannya kemudian melihat layar Hpnya bukan nama yang diharapkan Ruby terus mengeraskan hati. ''Tidak, tidak boleh seperti ini'' Dia harus bahagia Mungkin Reyhan telah bahagia. Hanya itulah yang dia inginkan. Ruby berjalan ke arah mejanya Mengeluarkan kotak yang sangat imut berwarna biru. Jika anaknya masih hidup pasti akan memakai barang-barang ini. Tiba-tiba hatinya pahit sekali, dia memaki dirinya sendiri yang setiap hari memandangi benda ini. Dengan tekat bulatnya Ruby membawa kotak itu menuju suatu tempat dipinggiran kota A. Hari tidak lagi mendung, digantikan dengan awan sore jingga yang indah. Sebuah bukit, tempat ini tidak asing baginya, karena Reyhan selalu membawanya kesini. Padang rumput yang luas ditepian bukit yang mengarah ke pemandangan kota A. Ada beberapa pohon yang tumbuh disitu, namun hanya satu pohon yang bertumbuh sangat indah dengan daun yang lebat dan batang yang secara tidak sadar cabangnya bertemu membentuk Gambar hati. Ditempat inilah Reyhan melamarnya dan mereka akan menikah setelah bayi mereka lahir. Sekali lagi Ruby merasakan masam dihatinya. Mata yang sudah berkabut dan entah sejak kapan dia menangis, dadanya sesak. Dia menggali tanah didekat pohon dan menguburkan kotak biru itu. Dan tidak lupa juga sebuah kotak perhiasan yang sudah lama tidak dia buka. Seharusnya kotak itu berisi kalung dengan liontin permata ruby merah sesuai dengan namanya. Dia tidak ingin membukanya karna dia tahu itu akan menghancurkan hatinya lagi dan lagi. Selesai menguburkannya semua kenangan itu. Ruby hanya terus meyakinkan dirinya dan berkata mereka bukan miliku lagi. Dan pergi dengan tersenyum. . ******************* 3 tahun kemudian Las Vegas, Amerika Serikat *Ting Bunyi sautan gelas wine mengiringi pesta gila malam ini. Ruby akhirnya bisa menginjakkan kaki di negara lain untuk pertama kalinya. Bukan untuk berlibur tentunya, tapi Hari ini perusahaan tempatnya bekerja dipercaya sebagai event organizer perusahaan besar yang acaranya diadakan di Las Vegas. Tentu patut untuk dirayakan. Akhirnya impian Ruby untuk menjadi Manager sebuah event organizer terwujud. Acara yang telah disusunnya berbulan-bulan akhirnya berjalan sangat lancar. ''Hidupp Shining Corp Hidup Ruby.... Semua berseru girang tertawa lepas membawa kesuksesan mereka. Wajah cantik Ruby memerah mendengar pujian mereka. Benar saja Ruby yang sekarang bukan seperti 4 tahun yang lalu. Jika Ruby yang dahulu selalu bergantung pada Reyhan, hanya Reyhan. Namun, Ruby yang sekarang adalah wanita dewasa 27 tahun yang sangat memikat bagi laki-laki. Bahkan tidak terlihat seperti wanita yang telah melahirkan, wajah cantik putih kecil rambut panjang coklat bergelombang yang sangat indah. Perut yang setipis tali dan pinggang penuh yang sangat menggoda. Tidak heran tak terhitung banyak lelaki yang mengejarnya. Malam semakin gila di Las Vegas. Mereka tiba disebuah casino yang didatangi oleh orang-orang kaya. Entah sejak kapan rombongan Ruby mulai berpindah ke casino ini. Tapi mereka ingin tahu seperti apa tempat yang menjadi surga orang kaya dunia. Begitu memasuki pintu Lobby, Rombongan Ruby yang terdiri dari 10 orang tak satupun yang bergerak. Mereka terdiam melihat kemegahan tempat ini. Layaknya seperti hotel diluarnya, namun tersembunyi didalam ada surga yang sangat indah . Terlihat sinar gemerlap yang mengintip dari sebuah pintu besar. Pasti disana casinonya. ''Kak Ruby, ayo kita masuk. Kurasa aku akan gila jika terus diam disini'' Zack berkata dengan semangatnya pada Ruby Zack adalah anggota termuda tentunya dia paling semangat. Melihat Zack yang sudah tidak tahan akhirnya Ruby sebagai pemimpin kelompok dia masuk terlebih dahulu menuju pintu pintu. ''Maaf Nona, anda tidak diijinkan masuk. Tempat ini bukan untuk anda dan teman-teman anda?'' Rombongan Pria besar berjas hitam menghadang jalan mereka. Sepertinya mereka telah mengira Ruby dan rombongannya adalah tur karya wisata. Bisa dilihat memang pakaian mereka tidak seperti beberapa orang yang sudah masuk dengan sangat mudahnya. Beberapa dari rombongan mereka mengenakan pakaian santai dan tidak terlihat mahal. Tentu saja ini adalah sebuah penolakan yang terlihat jelas. Ruby pun menyadarinya, tidak ingin diusir dengan memalukan akhirnya dia berbalik menuju rombongan yang sudah sangat kecewa. ''Dengar, bahkan orang miskin seperti kita tidak diijinkan masuk.'' Sahut sarah asisten Ruby diikuti dengan gelengan kepala anggota lainnya. Sudahlah kita bisa bersenang-senang di tempat lain. Ayo pergi Ruby dengan kesalnya merangkul Sarah dan mengajak rombongan meninggalkan tempat itu. ''Tunggu, dimana Zack? Sahut Rizal tim kreatif.'' Mereka saling memandang dan tidak menemukan Zack diantara mereka. '' Tadi dia disampingku!'' Rizal menambahkan dengan kesal. Tiba tiba ruby melihat bayangan Zack telah berada di dalam casino. Dengan kesal Ruby berdecak ''Dasar, anak itu selalu membuatku gila!'' Rizal cepat hubungi dia!'' Ruby sudah kesal dibuatnya. '' Hpnya tidak aktif !'' Rizal ikut panik Tanpa aba-aba Ruby melangkah menuju pintu masuk emosi mengiringi langkahnya, sampai di depan pintu sekali lagi dihadang oleh beberapa penjaga dengan kesal Ruby berteriak. '' Temanku ada didalam, dan aku ingin menyeretnya keluar!!!'' '' Maaf nona kami tidak percaya padamu, jika kau tidak punya kartu pass, anda tidak bisa masuk'' jawab lelaki kekar dengan jakun besar itu. '' Apa kau bilang? Kartu pass? Bahkan temanku yang tidak memilikinya pun diijinkan masuk?'' Sebenarya apa maumu?'' Emosi Ruby meledak-ledak karena yang dia pikirkan hanya ingin membawa tikus kecil itu keluar. Keributan yang cukup menarik perhatian. Banyak dari pengunjung mencibir Ruby. Bahkan wajah cantiknya tidak mempan untuk membuatnya masuk kedalam. Emosi Ruby yang sudah diubun-ubun akhirnya meledak. Dia menerobos beberapa penjaga. Namun tidak sampai dia melangkah jauh tubuhnya sudah dilempar ke lantai oleh si kekar. Ruby tidak menyerah dan dia terus berteriak '' keluarkan temanku atau akan kupanggil polisi, cepat!!'' Entah sudah sejak berapa lama mata elang seorang lelaki mengamati Ruby dari jauh. Tiba-tiba hawa dingin terasa mencekam seiring kehadiran pria ini. Langkahnya jelas terdengar sangat menekan orang-orang disekitarnya. ''Siapa yang berani memanggil polisi! '' Suara berat pria itu terdengar sangat enak didengar bahkan bisa membuat wanita lemas dibuatnya. Namun dibalik suara berat itu, bisa dirasakan aura pembunuhnya. Bayangan pria itu samar-samar mendekat dari pintu casino seperti kabut yang mulai menghilang membawa tubuh yang penuh dengan pesonanya. Sosok dingin yang bisa menggertakan gigi banyak orang disekitarnya. Ruby akhirnya dengan jelas melihat pria tersebut, entah bagaimana kata-kata yang ingin dikeluarkannya hilang seketika. Lidahnya kelu, matanya serasa dipenuhi dengan nanar kepahitan. ''Reyhan?'' Dengan susah payah dia menyebutnya. Tubuhnya bergetar dengan hebat, rasanya kakinya tak mampu menopang badanya. Lemas seperti tak bertulang. Reyhan, iya benar dia Reyhan orang yang dicintainya bertahun-tahun dan tapi akhirnya dia sendiri yang membuatnya pergi. Bagaimana dia bisa lupa dengan tatapan itu. Pria itu dengan tenangnya berkata '' Nona, jika kau tidak bisa menjaga orangmu. Maka jangan salahkan aku jika orangku mematahkan kakinya. Pengawal dibelakang pria itu melempar tubuh zack yang telah terikat dan wajahnya terlihat sedikit memar akibat pukulan. Tubuh Ruby yang masih tidak berdaya mematung, dengan segenap kekuatan yang tersisa dia mengucapkan kata itu lagi dengan kencang. ''Reyhan!!!' Air matanya terjatuh entah sejak kapan. Pria dingin itu menatapnya dengan santai seperti tidak terganggu dengan kata-kata Ruby. Namun Ruby yakin dia adalah Reyhan. Tidak ada respon yang diberikan pria itu. Hanya tatapan sinis seketika pergi meninggalkan mereka dan masuk kembali ke dalam casino. Rizal yang melepaskan tali ditubuh zack pun ikut merasakan respon berbeda dari bosnya kepada pria dingin itu. Ruby yang terhuyun pun akhirnya jatuh ke lantai. ''Apakah dia sengaja?'' dalam hati Ruby terus bertanya-tanya. Sudah jelas itu Reyhan tapi mengapa dia seperti tidak mengenal Ruby?. Apakah kata-kata Ruby 4 tahun lalu yang membuat Reyhan seperti ini? Sarah mendatangi Ruby dengan khawatirnya berkata ''Kak, apakah mereka menyakitimu ? Kenapa kamu tiba-tiba jatuh?'' Ruby yang masih seperti patung berkeringat dengan air mata yang terus menetes. Pertahananya telah runtuh, pertahanan yang telah dibangunnya setelah 4 taun runtuh seketika. Sarah terus menyadarkannya, sudah beberapa menit zack sudah dilepaskan dan rombongan berkerumun untuk menyadarkan Ruby, Akhirnya setelah sekian lama Ruby berdiri. ''Tidak apa-apa, ayo kita pulang saja!'' Dengan tatapan yang kosong Ruby berbalik dan meninggalkan rombongan. Rombongan sangat khawatir dan mengikuti dibelakang Ruby. Sarah tidak berhenti berfikir apa yang terjadi barusan, ada apa dengan bosnya siapa pria tampan tadi, seperti seorang pangeran yang sangat bersinar. Dingin namun memiliki pesona yang mematikan. Sepertinya pria itu sebangsa dengan kita. Pesta perayaan yang awalnya sangat bersemangat dan gila, kini berubah menjadi acara individu. Semua rombongan telah kembali ke kamar masing-masing. Setidaknya masi ada waktu 3 hari mereka masi akan membereskan perlengkapan sisa acara dan sisanya untuk menikmati Amerika tentunya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN