Mari Kita Berjalan Mundur Sebentar!

1889 Kata

Kata orang, tak perlu kembali ke masa lalu. Apa lagi bila terlalu banyak luka menantimu di sana. Bila kau masih nekad melakukannya, maka kehancuran hatimu adalah resiko yang harus kau terima. Namun bagi sebagian orang, menanggung rasa sakit itu adalah harga yang pantas dibayarkan untuk mendapatkan kembali kebahagiaan yang dulu pernah dirasakan di masa lalu. Meski tahu bila kebahagiaan itu tak mungkin bisa terasa sama lagi, akan tetapi mereka hendak mencobanya. Beberapa orang ingin membuktikan betapa rumitnya cara hati bekerja. “Besok, mari kita ke penginapan!” Ajakan itu memecahkan keheningan yang sempat tercipta di antara mereka. Ayu yang tadi sibuk menatap ke depan dengan pikiran yang melayang entah ke mana, kini mengarahkan pandangannya pada Lian. Pria itu tersenyum manis padanya, “Bag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN