Ayu terpaku mendengarkan ucapan Lian padanya. Dirinya bersikap tenang, meski rasa khawatir menjalar ke penjuru hatinya. Ia tak boleh menunjukkan apa yang ada di dalam hatinya. Pria itu tak mungkin mengetahui tentang kehamilannya. Lagipula, peduli apa Lian tentang anak yang ada di dalam kandungannya. Sebentar lagi, pria itu akan mendapatkan apa yang sudah lama diidamkannya dari wanita lain. Mereka pun sudah bercerai. Yang harusnya, tak perlu lagi ada hubungan ataupun perihal yang bisa mereka bagikan bersama. Semua telah berakhir. “Jangan mengatakan hal konyol. Mau aku punya rahasia ataupun tidak. Apa pedulimu? Kamu harus sadar diri jika nggak ada hubungan apa pun lagi di antara kita. Kamu harus memikirkan hidupmu sendiri dan abaikan saja aku. Lebih baik kita menjalani kehidupan kita masing

