Yuk uwu-uwuan dulu, sebelum ntar ambyar lagi muehehehe. *** Ternyata Disha mudah menerima Dimas sebagai ayahnya, hanya butuh beberapa jam saja mereka lengketnya kayak prangko dan surat. Dimas juga memanjakannya dengan membelikan apa pun yang dia mau di mini market, tak peduli berapa lembar uang merah yang dikeluarkan. Larangan Diana untuk hemat tidak dituruti. Dimas malah merasa ini kesempatan untuk membuat anaknya senang setelah tiga tahun ditinggal. Seperti saat ini. Disha tidak mau turun di pangkuan Dimas sampai bocah itu tertidur, tidak mau masuk sekalipun hendak digendong Diana. Padahal posisi mereka sedang di teras dengan dinginnya angin malam. Diana menaruh kopi yang dia buat untuk Dimas di meja. Tatapannya seolah menyalahkan Dimas kalau nanti Disha sakit. “Dia itu gak kuat ang

