PART 25

2327 Kata

Suara hening meniupkan bisik-bisik udara yang bergerak dengan bebas mengikuti alunan semesta. Harmoni yang indah menari-nari dengan lugu seperti seorang bayi yang baru lahir dari kehangatan sang malaikat. Guratan biru tercetak jelas di tengah-tengah bekas titik air hujan di tanah yang basah dan dingin. Mencekam seperti sebuah perasaan takut akan kematian yang merangkak mendekati setiap insan secara diam-diam. Melewati waktu dan membiarkan perasaan terbang dengan sayap yang rusak di tengah ruangan kosong di tempat yang tak terbatas. Lalu, sebuah jiwa menjadi saksi yang tak punya kuasa akan cerita sang tubuh. Menjadi kaku seperti sebuah ranting kering yang patah terbawa angin dan hanyut dalam lautan yang penuh rahasia kelam. Jiwa-jiwa kembali memanjat bulu-bulu kelinci yang sebelumnya menjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN