MPL - Chapter 42

1808 Kata

Sienna membuang nafasnya kasar dan menatap ke arah lain. Sepertinya, air matanya hampir saja jatuh karna gadis itu juga sedang tidak ingin kehilangan Dante. Dante yang mendengar kalimat itu langsung jadi panik, ia tak pernah mendengar Sienna marah. Ia takut sekali kehilangan gadis itu. Dante menarik Sienna dan memintanya untuk duduk di pangkuannya. “Aku tau. Maafkan aku kalau aku sudah mendesak kamu.” Dante masih saja mengeluarkan isi hatinya. Sienna menurut untuk duduk di pangkuannya dan menatap lelaki itu dengan jarak yang sangat dekat. “Aku mencintai kamu, Sienna. Tolong jangan marah sama aku. Maafin aku ya,” Katanya dengan nada memohon setengah frustasi. Sienna tak menjawab, ia hanya bisa menatap lelaki itu dalam diam. “Tolong jangan seperti itu lagi dengan Arik di depan aku! a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN