“Apa keluarga Brian gila? Mereka yang malah menyuruhmu menikah dengan pria lain hanya demi seorang keturunan?” aku mengusap wajahku kasar mendengar pengakuan yang baru saja Becca ucapkan. Becca hanya menganggukkan kepala, pipinya bahkan sudah basah karna air matanya yang sudah menganak sungai. Air mata yang sama ketika Becca diminta untuk meninggalkanku. Aku tak tega. Ku peluk tubuh molek milik mantan kekasihku itu. Ia masih menangis di dalam pelukanku. Pelukan ini seperti kami flashback di mana Becca memohon untuk membawanya pergi jauh dan kami bisa kawin lari setelahnya. Ayah Becca sudah meninggal setelah ibuku meninggal. Jadi jika Becca menginginkan pernikahan tentu tidak perlu adanya wali atas ayah kandungnya. “Aku tidak mau sampai berpisah dengan Brian. Dia adalah

