“Kalau begitu pergilah. Terimakasih sudah membuatkan minuman untuk suamiku.” “Baik, Nyon—” “Aku yang belum selesai bicara dengannya.” ujar Kenzo memotong, dan itu cukup membuat kening Florencia mengerut bingung. “Mau bicara apa lagi memangnya dengan Eleanor?” tanya Florencia. Ia menoleh ke arah Eleanor, seolah mencari jawaban. Tapi Eleanor justru menunduk, tak mau menampakkan wajahnya. Lantas, ia kembali menoleh ke arah suaminya. “Sayang, mau bicara apa lagi dengan Eleanor? Kau ingin bicara apa dengan—” “Eleanor!” seru Kenzo memotong ucapan Florencia begitu saja. Sang pemilik nama tentu saja langsung mengangkat wajahnya. Bertatapan langsung dengan mata sang tuan yang menatapnya dengan tatapan datar. Entah karena memang setelannya begitu, atau karena memang sedang ada istrinya di

