DISTINGSI.

2097 Kata

*** Kelopak mata Mya perlahan terbuka, ia mengerjap beberapa kali seraya menguap lebar, tubuh nan terasa lelah setelah perjalanan kereta yang menempuh waktu lebih dari lima jam itu belum sudi diajak beranjak dari ranjang di kamar Dewa, Mya menatap sekitar seraya mempertahankan diri tetap terbaring di sana. Tangan kanannya meraba jam weker yang tergeletak di sisi pigura foto berlatar belakang Barcelona, antara ia dan Dewa. Ia mengernyit menyadari masa istirahatnya sudah begitu lama hingga melupakan waktu, sekarang sudah pukul empat sore. "Dewa belum pulang, tadi pagi dia sarapan pakai apa?" Karena mengingat hal tersebut, Mya mengajak tubuhnya beranjak, ia meletakan lagi jam weker di tempat semula dan menyingkap selimut, wanita itu lebih dulu merapikan ranjang Dewa sebelum melangkah kelua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN