*** "Hah!!!" Buru-buru ia beranjak seraya menarik sepasang kakinya disertai selimut yang kini menutupi d**a, mata Mya membesar hampir melompat dari singasana jika saja kelopak tak sanggup menopangnya, wanita itu seperti baru saja ketahuan diperkosa saat pertama kali menangkap pemandangan berbeda dari tempat yang membuatnya merasa terperangkap. Sepasang tangannya terus saja mencengkram selimut diiringi ekspresi ketakutan mutlak. Bukan, ia tak sedang menonton film horor yang kuntilanaknya bisa keluar dari layar televisi, Mya juga tak sedang menghadapi Indominus-Rex yang bisa masuk kamar seseorang seraya mengendus aromanya. Selang beberapa detik detak jantung Mya yang sempat berpacu cepat kini mulai mengendur, perlahan dan normal, kini ia bisa meraup kesadarannya setelah menyadari terbang

