SERPIHAN HATI.

1508 Kata

*** "Kamu dari mana?" Mya baru saja tiba di lobi apartemen setelah ia mengakhiri pertemuannya dengan Sakti, atau lebih tepatnya Sakti yang sengaja mengakhirinya setelah sesuatu mengoyak d**a, sebut saja luka. Mya terlalu memikirkannya sampai-sampai ia tak memperhatikan sekitar dan menubruk suaminya sendiri dari belakang. "Ak-aku, habis dari cofeeshop tadi." Mya tersenyum canggung. "Kamu udah pulang, Wa?" "Baru aja." Ia meraih tangan Mya dan menariknya menghampiri lift, genggam tangan Dewa ternyata cukup efektif menggugurkan kecemasan dalam diri Mya, ia merasa nyaman dan baik-baik saja sekarang. Mereka telah layak disebut sepasang suami istri seperti yang Mya harapkan, ia tak hanya ingin belajar mencintai, tapi juga menjaga kisah mereka agar tetap abadi. Mungkin tidak sesederhana itu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN