*** "Hallo, Ma." Dewa yang sedari tadi mondar-mandir di ruang tamu apartemennya menjawab panggilan masuk dari Paramitha. "Kalian di mana? Kok udah malam belum pulang? Mama jadi cemas, Wa." Dewa melirik arloji yang sudah menunjukan pukul sebelas, ya memang cukup malam, ia bahkan tak memikirkan harus pulang ke rumah ibunya sekarang, sedari tadi Dewa resah sendiri menunggu Mya yang tak kunjung pulang ke apartemennya, sesekali Dewa keluar sekadar mengecek siapa tahu Mya juga keluar dari unit Salsa, sayangnya tak pernah ada apa-apa. Dewa memijat pelipis seraya mendesah, ia memutuskan duduk di sofa. "Maaf, Ma. Mya ... Mya perutnya melilit, jadi enggak bisa balik ke situ." Dewa menggigit bibir terpaksa harus berbohong pada ibunya, ia belum siap untuk mengatakan kekacauan yang berlangsung mala

