***
Alka, Lia, dan Mamanya—Eva sudah sampai di sebuah restoran mewah di Jakarta Pusat.
Mereka langsung menuju area resto yang berada di Rooftop di gedung tersebut.
Eva menyewa penuh resto itu untuk acara ulang tahun anak laki-lakinya.
“Ma..? Jangan bilang mama booking 1 resto full??” tanya Alka pada mamanya
Mengangguk— itu lah jawaban Eva.
“Astagaaa…!”
Alka tidak menyangka bahwa mama nya akan menghambur-hamburkan uang banyak hanya untuk menyewa satu resto full untuk ulang tahun dirinya.
“Kenapa kak? Gak usah manyun-manyun gitu lah, seharusnya lo happy. Gue juga mau birthday party guedi resto mewah gini..” ledek Lia .
Eva mengecek semua table dan memastikan bahwa menu untuk para tamu sudah sesuai dengan pesanannya.
“Semuanya sudah sesuai pesanan saya ya?” tanya eva kepada manager resto.
“ Sudah Bu. Semua sudah kami siapkan persis seperti kemauan Ibu. Dan untuk birthday cake, sudah kami siapkan, temanya pun sesuai kemauan Ibu. “ manager resto menjelaskan.
“ Ok, Good!”
Alka menuju luar ruangan resto, ada sebuah kolam indah disana, yaaa.. ini adaalah resto & bar mewah di jakarta.
Alka mengedarkan pandangannya ke langit dan merasakan hembusan angin yang menusuk sampai kedalam permukaan kemejanya, sore itu memang angin cukup kencang.
..
Waktu menunjukkan pukul 7 malam, para tamu undangan beberapa sudah ada yang datang .
Keluarga mama Alka datang semua kecuali Om Robert, karna beliau sedang di Aussy.
Alka menyalami tamu undangan dengan ramah, Eva pun sama. Ia nampak sibuk mengobrol atau bisa dibilang bergosip dengan Tante -Tante dan sepupu dari Alka.
Beda dengan Lia yang justru asik ngemil di sudut ruangan, di depannya ada meja kecil yang banyak sekali tersusun kue-kue.
Saat sedang asik berbincang dengan beberapa temannya, mata Alka terbelalak ketika dua orang tamu undangan memasuki resto.
Ia terbengong untuk beberapa saat. “cantik…” gumamnya.
“Siapa yang cantik Al?” tanya seorang temannya.
“Hah?? Oh itu bouqet bunga yang diujung saana, bagus, warna merah maroon”
Temannya hanya celingak celinguk mencari bouqet bunga tersebut, jelas tak ada bouqet bunga warna maroon disana.
Alka berjalan dengan cepat dengan senyuman yang tak bisa ia sembunyikan saat menghampiri tamu spesial nya itu.
“Om Kris ! Mbak Irene ! “ sapa Alka bersemangat.
Kris yang melihat keponakan tampannya pun langsung merangkulnya
“Happy Birthday Ganteng!!” ucap kris sembari menepuk-nepuk bahu bidang Alka.
“Thank you Om! Makasi juga udah mau dateng”
“Sama-sama Al”…
“Alka, Happy Birthday ya. Wish you all the best!”
Ucapan irene membuat hati alka berbunga-bunga, irene menyodorkan tangan untuk bersalaman dan alka membalasnya.. “ thank you so much mbak!”
Alka memandangi wanita itu sejenak, “Ya Tuhan! Mengapa ciptaanMu sungguh Indah”. Ucapan syukut itu terlontar dalam hati Alka.
Namun Alka lamgsung tersadar, mencoba menaha perasaannya ini. Ia harus sadar bahwa Irene adalah istri dari Om nya.
“TES.. TESS…”
SUara orang menggunakan microphone memecah keramaian obrolan tamu.
Mereka serentak menoleh ke sumber suara tersebut,
“Selamat Malam Semuanya..”
Ternyata Eva yang beribacara disana, ia berdiri di spot dimana ada Meja besar yang diatasnya ada kue ulang tahun besar dengan tema Mobil Mewah dengan perpaduan warna hitam, gold, dan putih.
“Terima kasih untuk yang sudah memenuhi undangan saya malam hari ini, Hari ini adalah hari dimana 22 tahun silam saya melahirkan anak saya yang pertama, seorang putra dengan wajah tampan dan kulit bersih, serta hidung yang terbentuk sempurna sejak lahir. Dia adalah Ananda Alkanio Putra Wijaya. Hari ini anak laki-laki genap berusia 22 tahun. Mungkin banyak yang bertanya untuk apa saya membuat birthday party untuk laki-laki yang sebetulnya sudah dewasa. Namun, ini mungkin akan menjadi birthday party terakhir dari saya, setelahnya, biarlah Alka yang memutuskan apakah ia akan tetap memiliki birthday party untuk ulang tahun yang akan datang. Sebetulnya acara birthday party ini lebih ke acara ramah tamah antara keluarga besar kami, teman-teman Alka, dan juga beberapa karyawan perusahaan kami.”
Sebelum melanjutkan bicaranya, Eva meminta Alka datang dan berdiri di sampingnya. Karna apa yang ingin ia sampaikan ini sangatlah penting.
“Sayangnya mama, Ananda Alkanio Putra Wijaya, bisa kemari sayang?” pinta Eva lembut.
Alka langsung berjalan menuju mamanya, tamu undangan memberinya tepuk tangan, sehingga Alka menjadi sedikit gugup.
“Alka, malam hari ini mama ucapkan selamat ulang tahun untuk kamu ya sayang, mama tahu kamu sudah dewasa, mama hanya berharap pada Tuhan, agar kelak kamu mendapatkan kebahagiaan, panjang umur, dan selalu menjadi anak mama yang baik hati dan bertanggung jawab”.
Alka yang juga sudah memegang microphone di tangan kanannya pun membalas ucapan mamanya
“Terima kasih untuk perempuan cantik yang ada dihadapanku saat ini, mama segalanya untuk Alka, juga Lia. Alka hanya punya kalian saat ini di hidup Alka, maafin Alka kalau alka belum bisa bahagiain mama dan lia, mungkin kemarin Alka terkesan sedikit egois dan berubah, tapi alka janji sama mama dan lia, alka akann jadi alka yang dulu. Alka akan jaga kalian berdua sepenuh dan segenap jiwa raga alka. Gak ada satupun orang yang bisa membuat dua bidadari alka bersedih bahkaan menangis. Karna ada alka disisi kalian.” Tanpa terasa alka berbicara dengan suara bergetar dan tak dapat lagi menaha air mata yang sedari tadi bergelayut di pelupuk matanya
Alka memeluk mamanya erat, dan lia datang menghampiri dan alka akhirnya merangku keduanya disi kanan dan kiri.
“Makasih ya mas! I love you!” bisik lia di telingan alka saat ia merangkul kakaknya.
Para tamu undangan pun menjjadi terbawa perasaan dan masing-masing dari mereka mencoba menahan air mata yang hendak mengalir karna melihat betapa mengharukannya kejadian itu.
..
“Sudah-sudah! Tidak usah banyak drama, silahkan tamu undangan untuk memilih table nya masing-masing karna beberapa saat lagi pihak resto akan mengantarkan menu makanan istimewa ke meja kalian”. Ucap Maureen yang sebetulnya sudah dari tadi merebut microphone yang dipegang Eva.
IA pun tertawa kecil saat berhasil membubarkan suasana haru di ruangan tersebut.
▪︎▪︎
Semua tamu undangan sedang menikmati jamuan dari resto, mereka sedang asik menyantap menu main course yaitu “jimbaran chilean sea bass”.
ALka masih mengitari ruangan, menyapa tamu-tamu yang sedang menikmati hidangan. Sesekalu ia terlihat kewalahan saat menerima kado-kado besar yang diberikan kepadanya. Namun lia sang adik membantunya untuk mengumpulkan kado-kado tersebut.
Akhirnya Alka sampai pada sebuah meja bulat yang diisi oleh empat orang disana, Om Kris, Irene, Almira, dan Raihan.
Almira dan Raihan adalah sepupu alka, keduanya adalah anak dari tante Maureen, Kakak Perempuan Eva.
Karna sebetulnya table berisi untuk 5 orang, namun disana hanya ada 4 orang, maka alka pun dengan sigap menarik kursi dan duduk tepat disebelah Raihan dan Kris.
“Gimana Om? Enak kan menu yang dipilihin mama?” tanya alka kepada om nya.
Kris mengangguk dan mengelap ujung bibirnya dengan tissue sebelum akhirnya berbicara
“ It’ s so delicious!! Iya kan saayang?” kris bertanya ke irene sembari menyentuh halus lengan istrinya.
“Iya sayang” mengedarkan senyuman kearah kris dan alka.
“Al, nih kado buat loe!” Raihan memgangkat sebuah goodie bag besar dari bawah.
“Itu kado dari kita berdua Al…” ucap almira.
“Harus yaa kalian repot-repot gini? But, thank you ya!” jawab alka sambil menerima goodie bag tersebut.
“Santai aja bro!” jawab raihan santai.
“Oh ya kita juga ada kado untuk kamu Al, hadiah sederhana dariku dan om kris. Semoga kamu suka ya” ucap irene yang berdiri dan menyodorkan kotak warna biru navy dipita warna emas.
“Wahh om dan mbak irene juga kenapa mesti repot-repot sih!!”
“Makasih banyak ya om, mbak..”
Kris dan Irene menjawab dengan mengangguk dan tersenyum.
“Jangan diliat dari harganya ya Al, lihatlah dari kegunannya, semoga bermanfaat utk kamu” inbuh Irene,
“Pasti mbak, makasiii banyak ya sekali lagi… ayoo dilanjut makannya”
..
Entah mengapa Alka sangat nyaman berada di table itu, ia sangat senang karna mendapatkan kado ulang tahun dari irene, yah.. sebetulnya itu juga dari Om kris. Namun beda rasanya saat ia menerima kado itu dari tangan irene langsung.
Alka memandangi irene cukup lama, ia memperhatikan wanita itu yang sangat cantik malam ini memakai dress bludru warna maroon. Rambut yang ia biarkan tergerai , jatuh menutupi bagian bahunya yang sangat putih dan mulus.
Alka menatapnya lekat dan tersenyum. Ia tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang memperhatikannya.
Seperti waktu itu, kris menangkap tatapan itu lagi, kris sedikit terheran kenapa Alka itu suka sekali memandangi istrinya.
Namun kris masih belum berani menyimpulkan, ia pun tidak berani bertanya, dan tidak juga mencoba mengaburkan pandangan Alka kepada Irene.
IA hanya sesekali menoleh ke alka dan irene.
Istrinya memang sangat cantik malam ini, dia merasa istrinya menjadi bunga bagi…..—Alka.
**
Terima kasih yang sudah setia menunggu cerita manis dari Irene, Kris, dan Alka.