Bab 19. Kepikiran

1007 Kata

Setelah selesai melakukan pembicaraan satu persatu dari mereka kembali ke rumah. Tinggal Demian dan Kael yang belum pulang, mereka saling pandang dan menghela lagi. “Apa kau percaya dengannya? Aku masih agak sensitif bertemu dengan orang baru, apalagi jika harus masuk ke dalam perusahaan.” ucap Demian. “Aku hanya tidak ingin bagian dari keluarga kita mati karena tindakan bodoh yang mempengaruhi.” “Aku juga merasa seperti itu, tapi Company menginginkan perusahaan yang dia kelola. Kau tahu sendiri berdasarkan penyelidikan Tuan Efred masuk dalam jajaran orang berkuasa yang merusak Company milik kita.” “Kael, apa kau tak merasa ada sesuatu yang aneh padanya? Setahuku dia dan Arsenil memiliki hubungan yang baik beberapa tahun ini.” Dia menggeleng, “Demian, aku tidak ingin ikut campur dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN