Bab 32. Lantai Dansa

1007 Kata

Suara dentuman musik begitu kuat, siapa yang tak menyangka jika Carlos saat ini berada di sebuah Club malam yang terkenal di San Diago. Ini sudah menjadi kebiasaannya, dan Merlin tidak heran lagi. Carlos seperti sedang sibuk mencari pembenaran untuk hidupnya. Naik dari ranjang satu ke ranjang lainnya untuk mendapatkan kenikmatan, menghilangkan pemikiran suntuk dengan menumpahkan hawa panas tubuhnya. Dari jauh Merlin yang setia mengawasi Carlos memutar gelas wine, dia menatap Sisilia yang sejak tadi termenung sedangkan Malika yang kini berada di atas lantai dansa bersama Carlos asyik bergerak mengikuti ketukan musik. Merlin melirik ke arah Sisilia, "Kau masih ingin mencintai dirinya? Kau tahu dia bisa bisa tidur dengan wanita manapun, tapi masih menginginkan dirinya seperti tak ada pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN