Part 45

2073 Kata

*** Danen masih terdiam. Berusaha meredakan emosi dalam hatinya. Danen memukul meja di depannya dengan keras dan menggema dalam ruangannya. "Bagaimana bisa kita kecolongan lagi!" Suara dalan Danen cukup membuat siapa saja merinding mendengarnya. Ia paling benci penghianat dan ini ketiga kalinya musuh berani beraksi dalam mansionnya. "Bram, tutup semua akses keluar masuk mansion." "Sudah, Danen. Dari awal kau memanggilku semua sudah ditutup rapat, termasuk ke area hutan." "Bagus." "Alex cepatlah," tuntut Danen pada Alex yang sibuk dengan monitor komputer miliknya untuk mencari pelaku. Seketika Alex mengumpat pelan dan tangannya dengan cepat bergerak di atas keyboard komputer. Danen membenci menuduh nuduh dan entah mengapa ia merasa sedikit takut pada hatinya jika Aludra termasuk ora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN