*** Danen hanya diam di atas kasur rawatnya dengan ponsel di tangannya. Bermain game. Malas mendengar ocehan Aludra yang tak akan berhenti jika Danen tanggapi. Jadi pilihan satu satunya hanya bermain handphone dan menulikan telinga. "Danen, apa kau mendengar apa yang kukatakan?" Danen dengan cepat menoleh ke arah Bram dan mengirim sinyal untuk membantu. Namun Bram hanya memberikan kedikan bahu dan kembali berselancar di handphone nya. Sama sekali tidak berniat membantu Danen yang sedang kesusahan karena istrinya. "Dengar." Ucap Danen dengan tak acuh. Berusaha sekuat tenaga untuk berkata dengan tenang mengabaikan kegugupan yang mulai merasuki dadanya karena takut Aludra akan marah karena ia sebenarnya menulikan telinganya. "Apa? Katakan apa yang kukatakan," Desak Aludra dengan berkaca

