Extra Part Senin pagi, yang biasanya membuat kebanyakan siswa sekolah mengeluh karena malas berangkat sekolah setelah libur, tidak berlaku pada Dhea. Gadis itu justru tersenyum semringah ketika mengambil topi dan bersiap ke lapangan utama untuk upacara bendera. Pagi yang cerah, membuat wajah gadis itu tampak berkali lipat lebih cerah. Apalagi sunggingan manis tak lepas dari bibirnya. "Beneran Dhe, lo nggak ada yang pengin diceritain?" tanya Maya, ketika mengiringi langkah Dhea keluar kelas. Dhea menggelengkan kepala, membuat Maya mendecap sebal. Seolah memang kompakan, setelah Maya, justru Sandra menyenggol bahu Dhea, tepat ketika gadis itu menginjakkan kaki di rumput lapangan utama. Beberapa anak kelas lain sudah mulai berbaris menempatkan diri di posisi yang sama setiap kali upa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


