Sakit yang sesungguhnya bukan perlakuan kasar ataupun perkataan yang kejam. Menganggapmu tidak ada adalah kesakitan yang tiada duanya. Udara dingin menusuk kulit dan menjelajahi setiap pori-pori. Satu selimut tebal tak cukup menghalangi sergapan udara dingin itu. Misa menutup wajahnya dengan selimut lain disebelahnya. Ia akhirnya merasa nyaman tapi sudah tak bisa tidur lagi. Suara berisik dari dapur membuat matanya tak mau menutup. Misa memutuskan untuk bangun dan ingin membungkam suara berisik dari dapur itu. Sebelum ia sempat berteriak, ia tertarik pada sosok kecil yang tertidur diatas tikar berbalut selimut hangat. Bayi laki-laki yang gendut dan menggemaskan. "Kakaaak!!" teriak Asty saat melihat Misa menggoda anaknya sambil tertawa. Asty mendekat dan memeluk Misa. "Apasih teriak-teri

