Dear my trusted friend, I know you is really trusted. Malam itu menjadi surga dan neraka bagi Misa. Ia tak menyangka apa yang ia lihat adalah kenyataan. Misa menarik tangan April dan menutup pintu tanpa mengucapkan apapun pada Hasa. April kali ini tak bisa berkutik dan tentu saja merasa bersalah karena tidak jujur pada sahabatnya itu. Yes, love is blind. "How can you explain this to me?. Setidaknya lu bisa jujur sama gue Pril." "Maafin gue Mi. Gue benar-benar gak mau begini, gue juga pengen ngasih tahu ke lu tapi nunggu waktu." "Jadi udah berapa lama?" "Satu bulan." "What the hell. Lu beneran teman gue gak sih?." Kemarahan Misa memuncak. April hanya diam. "Gue benar-benar minta maaf untuk semuanya. Tolong jangan marah." "Yaudah, putusin dia." Ucapan Misa benar-benar membelah pik

