19 tahun kemudian... "Kak.. lempar kak bolanya" "Nih, tangkep cell" Orang yang dipanggil cell itu mengangkap dengan cepat dan memainkan bola basketnya dengan lincah. Dia langsung memasukan bola basketnya kedalam ring. "Yeayy!!" Teriak mereka bertiga karena bola basket itu masuk ke ring. Sedangkan rafa dan cecil tersenyum melihat ketiga anak mereka tersenyum lebar sambil ber-tos ria. "Kenapa bunda sama ayah masih jago aja sih main basketnya?" Gerutu cell. Pemuda itu menatap penasaran kepada cecil dan rafa "Kamu kan tau kalo bunda sama ayah dulu pemain basket. Ayah kamu kan kapten basket. Kamu lupa?" Ujar cecil santai "Enggak lah. Aku inget banget malah" "Kak el.. kenapa gak masuk basket aja? Kenapa lebih milih futsal?" "Males" jawab el singkat. Persis rafa "Dih.. serius dulu kak.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


