Duapuluh tiga

1918 Kata

Ini gak mungkin, batin rafa sambil menggelengkan kepalanya. Rafa pun menoleh kearah satpam tersebut, satpam itu tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Dengan cepat rafa pun memasuki rumah itu, dia terus mencari dimana sumber suara piano itu. Sampai dia berhenti diruang musik, dengan cepat dia pun membuka pintu itu secara perlahan, speechless. Cecil. Batin rafa melihat seorang perempuan yang sedang duduk sambil menekankan tuts tuts pianonya. Setelah perempuan itu memainkan pianonya, rafa pun dengan segera memeluk cecil dengan cepat membuat cecil terkejut dan hampir saja jatuh dari kursi kalau tidak ada yang menahannya. Cecil pun terdiam ketika rafa memeluknya, dia tidak tau harus apa. "Cecil" kata rafa bergetar, cecil pun dengan cepat membalas pelukan rafa lalu menangis "Ra-fa" ujar ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN