Empatbelas

1948 Kata

Rosela pov Aku berjalan dengan menunduk saat melewati koridor sekolah. Aku tidak mau jadi bahan bullyan sekali lagi, cukup kemaren saja yang membuatku masuk rumah sakit. Aku dengan senang hati dibully asal jangan main fisik seperti kemarin. Jika itu terjadi lagi denganku maka aku tidak bisa memastikan kalo mereka yang membully ku tidak dapat ganjaran yang setimpal. Aku sampai dikelas lalu duduk dibangkuku, aku melihat kearah kanan melihat seorang yang sangat aku kenali tetapi dia tidak dikuncir lagi, orang itu lili. "Hai li" sapaku kepada lili, lili membalas sapaku dengan tersenyum. Kami berdua kembali hening saat guru mata pelajaran datang. Setelah bel berbunyi guru itu segera keluar kelas. Sementara aku ingin keperpustakaan, entahlah semenjak kejadian kemarin aki sedikit berfikir buat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN