Lima

1189 Kata
Sudah seminggu rosela mengajari aura piano. Seminggu ini juga dia semakin dekat dengan lili dan seminggu ini juga dia aman dari kak zaky. Arleta sering main kerumahnya jika malam hari atau sekedar menginap dirumahnya. Sedangkan rafa sifatnya masih sama seperti awal, masih saja ketus dan dingin. Tapi entah kenapa fans nya banyak banget bahkan dari sekolah luar pun ada. "Kak bulan besok ada lomba piano" ucap aura "Kenapa? Kamu mau ikut?" Tanya rosela, aura tampak tersenyum lebar. Sedangkan rafa dan tante sinta menatap mereka berdua secara bergantian "Mau, tapi emang bisa?" Tanya aura lirih, rosela hanya tersenyum "Bisa lah. Kamu mau pake lagu apa?" Tanya rosela lagi "Gak tau kak" jawabnya sambil nyengir "Mau pake lagu kakak?" Tanya rosela lagi, sedangkan rafa udah berlalu kekamarnya. "Mau kak" ucap aura bersemangat Rafa pov Apa apaan mereka berbicara tentang piano? Aku mana mengerti tentang piano. Emangnya rosela punya lagu buatan dia sendiri gitu? Ngomong ngomong piano aku jadi inget gadis yang kutemui dulu waktu umurku 12 tahun, dia sangat cantik. Aku masih menjaga kalung yang dia berikan waktu dulu, aku berharap bisa mendengar dia memainkan pianonya lagi. Kudengar alunan piano yang terekam jelas dikepalaku, yaitu alunan piano milik gadis itu. Apa aku bermimpi? Tapi ini seperti nyata. Karena penasaran aku pun turun dari kamarku dan melihat kebawah bahwa rosela sedang memainkan piano itu dengan indah, seperti gadis yang dulu ketemui. Sekitar beberapa menit dia memainkan pianonya kudengar tepukan tangan dari aura dan mama, sementara papa sedang berada diluar kota. "Kamu hebat" puji mamaku sementara aura mengacungkan kedua jempolnya. Kulihat dia hanya tersenyum malu "Lagu ini lo buat sendiri ya?" Tanyaku? Wauww aku bertanya persis kepada gadis itu. Kulihat dia sempat kaget karena pertanyaanku, emang ada yang aneh. Pertanyaan ini persis saat aku bertanya kepada gadis itu. "Iya lagu ini gua buat sendiri pas umur gua 12 tahun, lagu ini sebenernya buat lomba" katanya sambil tersenyum. Sekarang aku yang terkejut. "Lo hebat ya bisa buat lagu sendiri, lo pasti menang ya?" Tanyaku, aku hanya mengubah pertanyaanya lo pasti menang ya? Seharusnya semoga lo menang ya "Makasih, iya gua menang" katanya sambil tersenyum. "Mama sama aura kebelakang dulu ya" kata mamaku sambil menyeret aura kebelakang. Aku hanya terkekeh. "Makasih, tapi maaf gua gak bisa ngasih lo apa apa" katanya sambil tersenyum. Deg Apa yang dia maksud? Ngasih apa? Apa dia gadis yang bermain piano itu, tapi masa iya sih. "Gua juga gak bisa ngasih lo coklat atau yang lainnya" kataku sambil tersenyum, untuk pertama kalinya tersenyum kepadanya. Kulihat dia membeku ditempatnya. Deja vu... batin rosela dan rafa Rosela pov Apa maksudnya? Kenapa dia berkata seperti itu? Aku pernah mengalami ini pada saat aku umur 12 tahun. [Baca prolog] "Em.. iya" kataku gugup. Senyumnya sangat familiar menurutku, tapi dimana? Mata hitam pekat yang sungguh indah juga terasa familiar untukku. "Kakak besok kesini lagi ya kak?" Tanya aura tiba tiba datang, membuyarkan lamunanku. Aku bingung harus apa, aku melirik kearah rafa dan tante sinta, mereka berdua pun melirik kearah ku "Tapi kan besok gak ada jadwal nya aura" kata tante sinta, aku hanya tersenyum, kulirik aura mengerucutkan bibirnya, uhh aku jadi gemess. "Tapi kan aku mau ikut lomba piano, masa iya kak rose nya gak dateng sih" ucap aura sambil mengembungkan pipinya, uhh aku sudah tidak tahan lagi. Jadi kucubit pipinya gemass "Iya iya besok kakak kesini deh, tapi abis pulang sekolah ya, soalnya besok ada lomba disekolah" kata ku sambil mencubit pipinya karena gemass "Ihh kakak sakit, jangan dicubit" katanya setelah aku melepaskan tanganku dari pipinya. Aku hanya tersenyum "Yaudah deh abis pulang sekolah. Tapi nginep ya? Kan besoknya hari minggu" katanya sambil menatapku dengan tatapan memohon, aku melirik kearah tante sinta dan dia mengangguk "Iyadeh kakak nginep" kataku tersenyum, dia pun langsung memelukku dengan cepat, aku pun membalas pelukannya. "Kamu pulang dianter rafa ya" kata tanta sinta, itu bukan pertanyaan tapi sebuah pernyataan. "Emm.. maaf tan tapi saya dijemput temen" kataku menolak, kulihat rafa terlihat..... em kecewa? Kecewa karena apa ya? Apa perasaanku aja kalo rafa kecewa? "Temen apa pacar?" Goda aura, aku hanya menggelengkan kepalaku pelan "Temen kok, orang dia cewek" kataku, kulihat rafa menghembuskan nafas leganya "Oh, siapa kak te-" Ting tong ting tong "Rafa yang buka" ujarnya sambil membuka pintu "Lo ngapa-" "Hai tante, nama saya arleta te, saya temennya cecil.. eh maksud saya rosela" kata arleta, tante santi mengangguk lalu tersenyum "Hai kakk" kata aura sambil tersenyum, arleta pun membalasnya dengan tersenyum "Lo kenapa gelisah?" Tanyaku heran karena dia terlihat gelisah "Lo tau kan besok sekolah kita tanding sama pelita bangsa?" Tanya nya, aku cuman mengangguk "Iya" kataku, emang kenapa sih dia nanya gitu "Lo harus bantu gua, ini gawat bangettt" katanya berteriak "Berisik" ketus rafa, arleta hanya meliriknya sinis "Kenapa harus gua coba? Emang gawat apa?" Tanyaku beruntun, apa coba maksudnya "Lo tau kapten futsal sekolah kita gak?" Tannya nya? Mana aku tau lah, emang aku ngurus apa "Gak tau, kenapa emangnya?" Tanya ku lagi "Iya emang kenapa sama kapten futsal?" Tanya rafa dengan datar "Kapten futsal kita itu kak ZAKY! Dan dia itu lagi banyak pikiran dan dia gak mau tanding besok" katanya teriak. Aku terdiam, apa katanya kak zaky? Kak zaky sepupuku itu kan? Zaky fahreza walker kan? Demi apa dia kapten futsal di GHS?? "APA?!" Teriakku dan rafa bersamaan. Lah kenapa dia kaget? Kalo aku kan kaget karena kak zaky itu kapten futsal "Biasa aja kali kagetnya, awas jodoh" ucap aura sambil tersenyum dan mengedipkan matanya, aku memandangnya geli "Kenapa kak zaky gak mau tanding? Bisa kalah sekolah kita ini? Biar gua yang bujuk" kata rafa, kulihat arleta menggelengkan kepalanya "Gak ada yang bisa bujuk kak zaky, kecuali satu orang.." katanya sambil memandangku, OOW jangan bilang orang itu aku, aku harus segera pergi "Siapa?" Tanya rafa cepat "Dia" tunjuk arleta kepadaku dengan senyum smirk nya. Uhh dia bener bener menyebalkan "Rosela?" Tanya rafa sekali lagi, arleta mengangguk mantap "Kenapa dia? Emang dia siapanya kak zaky?" Tanya rafa dengan tajam, kulihat arleta gugup "Dia bukan siapa siapanya kak zaky, gua minta dia buat bikin surat buat kak zaky dan ngerangkainya. Dia kan pinter pasti mau dong bantu gua. Yakan rose?" Tanya arleta memandangku dengan senyumannya "Oh kayak gitu, lo harus bantuin arleta. HARUS! Kalo lo gak mau bantuin nanti sekolah kita kalah" kata rafa menekankan kata harus. Aku menggerutu pelan "Iya iya gua bantuin" kataku pasrah, kulihat arleta tersenyum puas. "Yaudah yuk pulang. Kita pulang dulu ya" ujar arleta, semua orang mengangguk "Jadi gua harus ngapain nih?" Tanyaku saat sudah sampai dikoskosan "Lo harus nulis surat buat kak zaky" pekiknya girang, aku hanya menatapnya dalam "Kenapa lo seneng banget kalo urusan kak zaky? Jangan bilang lo suka sama dia ya?" Tanyaku lagi sambill menggodanya, kulihat pipinya blushing "Lo blushing? Berarti lo suka dong sama dia?" Tanyaku memastikan, kulihat arleta semakin blushing, berarti dia beneran suka sama kak zaky "Serius lo sula sama diaa?? Jadi sodara dong kita nanti. Yeayyy!!" Teriakku girang dan memeluknya kencang, "Woii lepas woi, gak bisa napas gua" katanya sambil mencoba melepaskan pelukanku. Aku hanya mengerucutkan bibir kesal "Cuman nulis surat aja buat kak zaky?" Tanyaku lagi, dia hanya mengangguk. Tiba tiba ide untuk mengerjainya pun muncul diotakku "Surat apa? Surat pemberi semangat atau surat cinta dari arleta buat kak zaky?" Godaku sambil memainkan kedua alisku. "Ihh apaansih lo cil, surat pemberi semangat lah" katanya malu malu sambil meninju pelan lenganku, aku hanya terkekeh. "Iya iya gua buat" katalu sambil menuliskan surat buat kak zaky "Yaudah, kalo gitu gua pulang dulu ya. Besok lo kasih surat itu ke gua. Jangan lupa" ucapnya "Iya iya besok gua kasih ke lo. Makasih ya udah nganterin gua pulang" kataku mengucapkan terimakasih, dia mengangguk sambil pergi meninggalkan kosanku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN