Mei Hwa mengemas baju-baju dan semua barang ke dalam koper sambil menangis. Ia akan pulang ke Slawi. Meskipun belum mantap untuk mengurungkan S2-nya, tetapi ia akan konsekuen dengan ultimatum ibunya. Justru karena ragu, apakah bisa meluruskan motivasinya dalam menempuh pendidikan S2 itulah yang membuatnya semakin mantap untuk mengurungkannya. Mei Hwa sadar dirinya akan semakin menyedihkan jika nekad meneruskan S2. Ia telah asal mengambil jurusan. Sebelum registrasi, ia akan membatalkannya. Semua barang sudah ia masukkan termasuk baju-baju kotor yang belum sempat ia bawa ke laundry. Ia pun menarik resleting koper kemudian merebahkan badan ke kasur. Sekarang jam sembilan kurang lima belas menit. Waktu yang sama ketika Mamah Kiew memberinya ultimatum. Tiket kereta api sudah ia beli vi

