Sebelum manggung di kafe, Kosim menyempatkan mampir ke rumah Zainab. Seperti biasa, ia membawa martabak. "Enggak kapok juga ya dimarahin Ummi?" Zainab berkacak pinggang setelah Kosim meletakkan kotak berisi martabak ke atas meja. Bukannya ia tidak mau menghargai anak itu, tetapi ia kasihan karena komisi dari hasil manggungnya tidak seberapa. Menurutnya lebih baik ditabung. "Makin sering marah, Ummi makin ngangenin. Hehehe!" goda Kosim. Zainab tertawa sebal. "Kamu itu sama saja kayak Ayek, suka menggombal!" Kosim cengar-cengir. "Ayek mau pidio kol lagi?" tanya Zainab. Meskipun sudah sering mendengar kata 'pidio kol' dari Zainab, tetapi masih lucu saja istilah itu di telinga Kosim. "Enggak, Ummi," sanggah Kosim. "Kosim mau minta pendapat Ummi." "Pendapat apa?" Kosim berpiki

