Hampir Saja

1020 Kata

Selepas isya, Mei Hwa menemui Mamah Kiew di kamar. Kebetulan Babah Liem sedang keluar. Dugaan Mei Hwa meleset. Ia mengira Mamah Kiew akan dengan mudah memberi izin karena Babah Liem sudah lebih dahulu memberi lampu hijau, namun ternyata tidak semudah itu. "Mamah nggak ngerti!" Mamah Kiew menatap Mei Hwa tegas. "Kenapa tiba-tiba kamu ingin melanjutkan S2?" "Mei pikir, selagi masih muda, Mah!" dalih Mei Hwa. "Bukannya kamu sudah menolak tawaran Babah?" selidik Mamah Kiew. "Padahal itu di Jerman lho!" Mei Hwa berdalih. "Itu karena waktu itu alasan Babah ingin menjauhkan Mei dari Ayek." Mamah Kiew tidak percaya begitu saja. Ia mencium kejanggalan. "Kamu tahu kan, sekarang sudah mepet waktunya?" "Iya, Mei tahu. Itu karena Mei Lama berpikir dan baru mantap setelah mepet waktunya."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN