Mencari Manajer

1252 Kata

Malam terus merangkak. Di teras rumah Norman, Ayek sedang menikmati secangkir kopi panas, bersama sang produser. Mereka berbincang ringan, selepas menghadiri sebuah acara talk show di sebuah stasiun televisi. Norman meminta Ayek untuk mampir karena ada sesuatu hal yang ia rasa mendesak. "Kamu harus punya manajer sendiri, Yek!" cetus Norman. "Om bisa cariin, ada beberapa pandangan manajer bagus, tetapi saran Om, kamu pilihlah yang terpercaya, paham dunia musik, dan paham karaktermu." "Iya, Om," ujar Ayek. Serta merta ia berpikir, mencari sosok yang memenuhi kriteria seperti yang Norman sebutkan. "Kamu pikirkan saja nanti saat pikiran tenang dan badan segar." Norman mengambil sebatang rokok dari bungkusnya. Tangannya meraba meja, mencari korek api. "Hari ini jadwalmu sangat padat, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN