Calon Suami?

946 Kata

Ayek dan Mahya makan siang di sebuah restauran cepat saji di daerah Blok M. Mereka memilih duduk di meja pojok agar tidak mengundang perhatian. "Waktu kita nggak banyak kan?" tanya Ayek. "Kamu kan harus shooting nanti sore." Mahya mengangguk. "Tahu saja jadwalku. Hehehe." "Tadi kan kamu bilang begitu sama Om Norman pas di mall." "Oh iya, aku lupa." Ayek mengaduk lemon tea-nya. Ia tidak tahu harus mulai dari mana untuk menjelaskan perasaan serba salahnya terhadap sikap Mahya. "Lupakan soal senioritas atau popularitas," ujar Mahya bisa membaca kegelisahan Ayek."Kita mau membahas doal lelaki dan perempuan yang sama-sama sudah dewasa." Ayek meneguk sedikit minumannya. Perasaannya sedikit tenang. Mahya sabar menunggu dengan harap-harap cemas. "Jadi begini," Ayek memulai kalima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN