Mercy Aku senang membayangkan sesuatu yang indah. Dari dulu, impianku adalah untuk memakai baju pengantin putih yang cantik dan sederhana. Aku berjalan di atas mawar merah yang menyerupai karpet merah menuju altar. Dekorasinya di d******i warna putih dan emas. Simpel dan elegan. Tapi... Semua tidak sesuai ekspektasi yang bisa ku bayangkan sepertinya. Tentu saja, Oma nggak akan tinggal diam kalau aku menikah. Dekorasi berwarna meriah dan mencolok adalah kunci pesta sukses menurutnya. Aku harus akui bahwa aku sendiri terkejut saat melihat altar gereja yang biasanya kalem berubah meriah karena dekorasi yang dipilih Oma. Ingin rasanya aku kabur dan meminta agar dekorasinya diubah. But, the show must go on isn't? "Kamu pasti kesel sama warna dekorasinya ya?" bisik Andrew kepadaku, di s

