Aarav baru saja selesai rapat saat melihat panggilan suara dari Nadhira tak sempat dia angkat, hingga di panggilan kedua Aarav langsung menerima panggilan tersebut. "Hallo?" "Hallo, Sayang. Aku di lobi sama Luna, gak bisa masuk malah di tuduh wanita yang lagi ngejar kamu, mereka juga bilang Luna bukan anak kamu, gimana ini?" Aarav mengerutkan keningnya saat mendengar suara Nadhira begitu lembut, dan jangan lupakan panggilan 'Sayang' yang terdengar mesra. Namun, mendengar perkataan Nadhira tentang dia berada di lobi membuat Aarav berpikir cepat, jika Nadhira dan Luna kini berada di lobi dan hendak menemuinya. Aarav memang terkadang membawa Luna, tapi tak semua orang mengenal Luna sebab dia juga tak ingin Luna terlalu terekspos, dan selalu membawanya ke jalur belakang. "Oke, aku ke bawah

