Tak lama kemudian Kalila mendengar suara rintihan seseorang yang tampak kesakitan. Kalila berjalan mencari asal sumber suara. Kemudian dia melihat seorang wanita yang berbaring di atas tanah. Kalila berjalan setengahnya berlari menghampiri wanita itu.
"Bibi, kau tidak apa-apa?" tanya Kalila sembari membantu wanita itu untuk duduk. Terlihat beberapa buah tampak berjatuhan di atas tanah.
Wanita yang masih tampak cantik itu melihat Kalila, kemudian dia menggeleng. "Aku tidak apa-apa, Nak. Aku tadi tak sengaja tersandung batu hingga jatuh," ujarnya.
Kalila kemudian memasukkan kembali buah-buah yang berjatuhan dan memasukkannya ke dalam keranjang rotan. "Rumah Bibi di mana, aku akan mengantar Bibi," ujar Kalila dengan tulus.
"Rumahku tak jauh, Nak. Itu rumahnya," ujar wanita itu sambil menunjuk sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu yang ada di depan.
Kalila memapah Bibi tersebut sampai ke rumahnya. Tak lupa Kalila juga meletakkan keranjang yang berisi buah-buah di atas meja.
"Bi, boleh aku lihat kaki bibi, mungkin saja ada yang luka," ucap Kalila dengan perhatian.
"Boleh, Nak," jawab bibi berambut ungu tersebut, kemudian dia membuka sedikit celana yang dipakainya.
Ternyata benar kaki bibi berambut ungu memang ada luka, dengan sigap Kalila mengobati lukanya itu.
"Terima kasih, Nak," ujar wanita itu dengan senyuman di wajahnya.