Nafsu Tanpa Cinta

1092 Kata

Keesokan harinya, Ayu menyiapkan sarapan pagi seperti biasa. Dan ini pertama kalinya Nanda mau duduk di meja makan setelah mereka tinggal bersama. Biasanya, Nanda pergi begitu saja tanpa mau melihat meja makan, apalagi menyentuh makanan yang sudah ia siapkan. “Nan, aku nggak pernah tahu apa makanan kesukaanmu. Aku cuma bisa siapin ini untukmu pagi ini. Kamu bisa bilang ke aku, apa yang ingin kamu makan dan aku akan menyiapkannya untukmu,” tutur Ayu sambil tersenyum menatap Nanda. Nanda tersenyum menatap nasi goreng yang ada di hadapannya. “Nevermind. Aku juga biasa sarapan seperti ini waktu masih kecil.” Ia langsung menyendok nasi goreng tersebut dan memasukkan ke dalam mulutnya. “Gimana? Enak?” tanya Ayu hati-hati. Nanda mengangguk kecil dan menahan rasa pedas di mulutnya yang semakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN