Bab 13 Didiamkan Duo Papa Dan Anak

1108 Kata

Sabrina tak bisa berkata-kata. Ia memilih melompat dari atas ranjang lalu meminta Maha lekas memakai sepatu untuk segera diantar pulang. Gadis itu menggenggam tangan kecil putra sang atasan keluar, sepanjang jalan menuju halaman sekolah Maha hanya menunduk menekuri lantai. “Maha, apa kamu mau makan es krim?” bujuk Sabrina, menurutnya tidak masalah mengeluarkan uang lima puluh ribu asalkan anak itu bisa kembali senang. “Tidak mau, aku mau pulang saja!” jawab Maha. Dia melepas tangan Sabrina dan berlari kecil menuju mobil, Maha yang kesal menarik gagang pintu mobil dengan kasar, tapi sayangnya gagal karena Sabrina belum menekan kunci yang berada di tangan. Bocah itu memaksa dan akhirnya terjengkang ke belakang. “Astaga sangat mirip dengan papanya,” cicit Sabrina sebelum berjalan cepat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN