Bukan tanpa alasan Sabrina mengutarakan niat seperti itu, tepat setelah Gama merapatkan Maha ke arahnya, Naura memang berusaha mendekat. Hal ini membuat pria dengan tinggi badan hampir seratus sembilan puluh senti itu bergegas menggandeng Maha menjauh dari sana. “Papa kita mau ke mana? Mama Sabsab kenapa ditinggal?” Maha yang kebingungan malah menoleh, akibatnya mau tak mau Naura bisa melihat sekilas wajah anak itu. “Ga!” Naura berlari tapi Sabrina menghadang persis seperti apa yang dikatakannya ke Gama. Gadis itu berdiri di depan Naura, menghalangi wanita itu saat akan menyusul. “Heh … mau ke mana?” tanya Sabrina dengan nada membentak. “Minggir! Apa yang kamu lakukan? aku tahu kamu itu bukan siapa-siapanya, kamu belum resmi menjadi istri Gama, jadi kamu tidak bisa melarangku menemui

