Kata Bunda, Mendiang Ibu, dan Ayah

1722 Kata

Clarissa tertawa sambil menoleh pada Yura yang sedang sibuk dengan ponselnya, Yura beberapa kali terdengar berdecak kesal saat melihat ponselnya. "Kenapa sih, Ra?" Clarissa sedikit mencondongkan tubuhnya untuk melihat apa yang sedang Yura lihat di dalam posenl nya. Yura buru-buru menutup ponselnya, lalu dibuka tipis pada Clarissa. "Hah? Engga kok, gue Cuma lagi liat-liat ig aja. ” “Besok ujian dapet jam berapa?” Clarissa pindah pembicaraan. "Jam 10.15 deh kaya nya, Sa." Kata Yura sambil mengambil potongan kentang yang tersisa. Yura sebenarnya curiga pada Clarissa. Tapi, demi dia tahu apa yang Clarissa sembunyikan ia harus pandai menyembunyikan nya. Bukan bermaksudnya berpura-pura baik, ia hanya ingin tahu apa yang terjadi pada Clarissa. "Lo jam berapa, Sa?" "Jam sembilan, pagi bang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN