Sambil mengunyah camilan yang Jefran berikan kepadanya, Clarissa mengedarkan pandangan ke setiap sudut jalanan yang ia lewati. Entah ia sedang berada di daerah mana, tapi tempatnya sangat menenangkan. Hanya ada beberapa mobil dan mtor yang berlalu lalang, udaranya pun bisa Clarissa rasakan kesejukannya. Sesekali Clarissa menoleh pada seseorang yang tengah fokus menyetir dari tadi. Rasanya ia masih tidak percaya kalau Jefran ada di sampingnya sekarang. Bibirnya selalu tertarik untuk membentuk senyum, hal-hal kecil yang tidak terlalu lucu pun bisa membuatnya tertawa. “Aris?” Clarissa langsung menoleh, ketika Jefran memanggilnya. “Suka engga sama perjalanannya?” Clarissa mengangguk cepat. “Suka banget, Mas. Di sini kerasa banget sejuknya, terus engga seramai ibu kota.” Jefran banyak ber

